Tren membaiknya perekonomian global yang berlangsung pada tahun 2018, tidak berlanjut di tahun 2019. Perekonomian global mengalami penurunan mencapai angka 3,0% di tahun 2019 dibandingkan dengan tahun 2018 sebesar 3,6%. Kondisi tersebut di karenakan adanya perselisihan hubungan dagang yabng berkelanjutan antara Amerika Dan China.

 

Akibat ketegangan tersebut, produk domestik bruto (PDB) Amerika dan China mengalami perlambatan dipengaruhi terbatasnya stimulus dan dampak pengenaan tarif. Ekonomi India juga menurun dipengaruhi konsolidasi di sektor riil dan sektor keuangan, baik bank maupun nonbank.

 

Perbaikan ekonomi terlihat pada negara Eropa dan Jepang, meskipun masih relatif terbatas, ditopang permintaan domestik yang membaik. Kemajuan dalam perundingan perdagangan antara AS-Tiongkok juga berdampak pada menurunnya risiko di pasar keuangan global serta mendorong berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang.

 

Di tengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja ekonomi Indonesia pada tahun 2019 tumbuh 5,02%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dibanding capaian tahun 2018 sebesar 5,17%. Dengan fundamental yang cukup kuat, perekonomian Indonesia dapat bertahan. Kondisi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, ekspansi fiskal, dan perbaikan ekspor.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *